Kami tinggal di
Tempat dimana semua memiliki
Arti untuk saling mengerti dan
Penuh toleransi
Tempat dimana semua memiliki
Arti untuk saling mengerti dan
Penuh toleransi
Namun. Tempat itu menjadi
Tempat para tikus yang rakus.
Akan kekuasaan dengan
Rakyat sebagai siksaan
Tempat para tikus yang rakus.
Akan kekuasaan dengan
Rakyat sebagai siksaan
.
Tempat dimana hanya omong
Kosong yang bicara
Dibohongi oleh cita cita tanpa
Memiliki cara mewujudkannya.
Kosong yang bicara
Dibohongi oleh cita cita tanpa
Memiliki cara mewujudkannya.
Kita Hidup dalam abad tak
bermoral Dimana mimpi, hati,
bahkan harga Diri dapat dibeli.
bermoral Dimana mimpi, hati,
bahkan harga Diri dapat dibeli.
Rakyat dijadikan tumbal untuk alasan
Membuat keadilan dan kesejahteraan
yang bahkan hanya Sebuah tahayul
Agar para tikus hidup sejahtera
Membuat keadilan dan kesejahteraan
yang bahkan hanya Sebuah tahayul
Agar para tikus hidup sejahtera
-----*-----
Puisi diatas menceritakan betapa serakahnya penguasa di indonesia. Contohnya seorang "papah" yang rela melakukan apa saja demi hidup dalan kebahagiaan dunia tanpa memikirkan rakyatnya rela menghancurkan mobilnya, menyewa dokter, sampai berbohong ke rakyat sendiri. Seorang yang mungkin bisa disebut "Pancari Takhta"
Sebuah lembaga yang seharusnya menjadi wakil dari aspirasi rakyat yang kini berubah seakan akan seperti "Gunting Dalam Lipatan". Lembaga yang hanya dapat meminta tanpa bisa memberi. Lembaga yang anti kritik yang seharusnya dapat menerima kritik. Lembaga yang menutup mata seakan akan tidak terjadi apa apa.
Seperti itu lah Negara Tercinta kita sekarang yang dulu diperjuangkan dan sekarang dibiarkan yang para penguasanya hanya mengurusi kehidupannya. Negara yang diharapkan dapat menjadi yang Terbaik kini malah Negara yang Terbalik.
Sebuah Kisah Tragis dari Negera Tercinta
Puisi diatas menceritakan betapa serakahnya penguasa di indonesia. Contohnya seorang "papah" yang rela melakukan apa saja demi hidup dalan kebahagiaan dunia tanpa memikirkan rakyatnya rela menghancurkan mobilnya, menyewa dokter, sampai berbohong ke rakyat sendiri. Seorang yang mungkin bisa disebut "Pancari Takhta"
Sebuah lembaga yang seharusnya menjadi wakil dari aspirasi rakyat yang kini berubah seakan akan seperti "Gunting Dalam Lipatan". Lembaga yang hanya dapat meminta tanpa bisa memberi. Lembaga yang anti kritik yang seharusnya dapat menerima kritik. Lembaga yang menutup mata seakan akan tidak terjadi apa apa.
Seperti itu lah Negara Tercinta kita sekarang yang dulu diperjuangkan dan sekarang dibiarkan yang para penguasanya hanya mengurusi kehidupannya. Negara yang diharapkan dapat menjadi yang Terbaik kini malah Negara yang Terbalik.
Sebuah Kisah Tragis dari Negera Tercinta
Qkembang kn bakatmu nak
BalasHapuswkwkwwk :v
Hapus